Mengintensifkan Kualitas Perbetonan Dengan Menanggapi Penggunaan Kerikil Berdasarkan Ukurannya

August 13, 2019 Off By superadmin

Mengintensifkan Kualitas Perbetonan Dengan Menanggapi Penggunaan Kerikil Berdasarkan Ukurannya

Proses pembuatan beton haruslah mengikuti standar SNI pada bahan-bahan yang digunakan. Kecuali itu, setiap prosesnya mesti diawasi dan dilakukan dengan baik, termasuk pada saat pencetakan dengan bekisting, juga pemadatan beton dengan mempergunakan vibrator roller.

Pentingnya mengikuti standar SNI (Standar Luar Indonesia) dalam membuat semen, adalah untuk memastikan pembawaan beton yang dibuat menggenapi standar. Sehingga beton yang dihasilkan berkualitas baik serta juga tahan lama. Demikian juga dalam pemilihan adonan beton. Salah satu adonan beton berdasarkan SNI adalah campuran agregat kasar.

Spesies Batuan Beton Berdasarkan Tempat Mendapatkannya

Agregat kasar atau batuan kerikil untuk adonan beton, diperoleh dari pasir alam. Batuan kerikil dibagi menjadi tiga jenis pasir berdasarkan asal batuan alam tersebut didapatkan, yakni:

  • Batuan kerikil sungai
  • Batuan kerikil galian
  • Batuan kerikil rantau

Batuan alam tersebut lantas dipecah menjadi kerikil serta dikenal dengan sebutan kricak. Kricak memiliki beragam standar mulai dari 5 mm hingga 75 mm.

Kecuali kricak, ada juga yang disebut dengan batu koral. Yakni batuan alam yang langsung digunakan tanpa melalui proses. Namun umumnya batu koral tidak dijadikan adukan beton, melainkan digunakan secara langsung sebagai dekorasi ruangan atau untuk memperindah taman atau bangunan.

Ukuran-ukuran Kerikil Dalam Perbetonan

Ukuran kerikil batu beton kricak pula biar sangat beragam. Untuk memudahkan, kerikil diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Kricak halus yakni kerikil yang memiliki ukuran start 5 mm hingga 10 mm
  2. Kricak sedang, yaitu kerikil yang memiliki standar 10 mm hingga 20 mm
  3. Kricak kasar yaitu kerikil yang memiliki standar 20 mm hingga 40 mm
  4. Kricak kasar sungguh, yakni kerikil yang mempunyai ukuran 40 hingga 70 mm

Sementara untuk penerapannya pada perbetonan, batu kerikil dikelompokkan berdasarkan ukurannya yang tersedia di pasaran yaitu ukuran 1 cm sampai 2 cm, ukuran 2 hingga 3 cm, juga 3 cm hingga 4 cm.

Perhatikan Ukuran Kerikil Saat Membuat Cor Semen

Penggunaan kricak, sejak kricak halus yang berukuran mengelokkan kecil, hingga kricak berangasan sekali yang berukuran mengelokkan besar, haruslah disesuaikan dengan kebutuhan proyek bangunan. Semakin besar kolom yang dikerjakan, maka sebaiknya gunakan kerikil yang berukuran lebih gede.

Jika Anda berencana membuat tiang atau kolom cor beton dengan ukuran 35 cm X 35 centimeter, maka sebaiknya gunakan kricak berukuran 3 cm sampai 4 cm. Demikian pula halnya saat membuat cor beton dengan kolom lebih kecil, maka gunakan pula kerikil yang berukuran lebih kecil. Misalnya jika Anda hendak berencana membuat kolom cor beton dengan standar 10 cm X 10 maka sebaiknya menggunakan kricak kecil.

Dengan penggunaan kerikil yang lebih kecil pada kolom cor beton berukuran kecil, maka beton dapat menjadi lebih padat saat dilakukan pemadatan dengan vibrator roller. Sehingga menghasilkan semen yang lebih kuat serta berkualitas.