TIPS Dan Aturan Memotong dan Membengkokan Baja Tulangan

TIPS Dan Aturan Memotong dan Membengkokan Baja Tulangan

November 16, 2018 0 By superadmin

Baja tulangan memang selalu dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi beton. Baja tulangan tersebut digunakan dalam bentuk anyaman ataupun dalam bentuk batang tulangan. Berdasarkan bentuknya, baja tulangan beton ini terdiri dari dua jenis yakni baja tulangan beton polos dan baja tulangan beton sirip.

Baja tulangan beton polos mempunyai penampang bundar dengan permukaan yang rata. Sedangkan baja tulangan beton sirip pada permukaannya terdapat sirip melintang dan rusuk yang memanjang. Sementara itu, penambahan sirip melintang dan rusuk memanjang pada proses produksi baja tulangan berguna untuk meningkatkan daya erat dan menahan gerakan membujur dari batangan terhadap beton.

Untuk pekerjaan yang melibatkan besi tulangan memiliki peranan yang sangat penting untuk kualitas dan kekuatan pada sebuah struktur bangunan. Oleh sebab itu ada beberapa aturan yang harus diperhatikan berkaitan dengan berbagai tahapan pembengkokan dan pemotongan yang dilakukan dengan bantuan mesin bar bender dan bar cutter.

Berikut beberapa aturan untuk memotong dan membengkokan baja tulangan, antara lain :

  1. Baja tulangan yang akan dipotong atau dibengkokan harus berada dalam keadaaan bersih dari karat, lumpur, minyak ataupun dari kotoran-kotongan lainnya.

 

  1. Lakukanlah pemeriksaan pada dimensi baja tulangan dan periksa kembali diagram taus tabel yang berisikan informasi seputar jarak potongan, sudut bengkokan dan jumlah baja tulangan yang akan diproses. Pemeriksaan tersebut tentu sangat penting dikerjakan demi menghindari berbagai kesalahan dalam proses pengerjaan.

 

  1. Baja tulangan perlu dibengkokan dengan cara-cara yang tepat agar tidak merusak baja tulangan tersebut.

 

  1. Baja tulangan yang mempunyai diameter 2 cm atau lebih perlu dibengkokan dengan menggunakan mesin bar bender.

 

  1. Baja tulangan yang telah dibengkokan tidak boleh dibengkokan kembali dengan arah yang berlawanan.

 

  1. Baja tulangan yang telah dibengkokan kemudian diluruskan kembali tidak boleh dibengkokan lagi dalam jarak 60 cm dari bekas bengkokan sebelumnya.

 

  1. Baja tulangan perlu dibengkokan dalam kondisi dingin. Sementara itu proses pembengkokan dengan menggunakan metode panas boleh dikerjakan asalkan mendapat izin dari quality control proyek konstruksi.

 

  1. Baja tulangan yang dibengkokan menggunakan metode panas tidak boleh didinginkan dengan cara disiram air.

 

  1. Baja tulangan yang sebagiannya telah tertanam dalam beton tak boleh dibengkokan ataupun diluruskan, terkecuali pada keadaan tertentu yang masih memungkinkan.

 

  1. Lakukanlah pemeriksaan kembali sesudah baja tulangan dibengkokan atau dipotong sehingga akan diperoleh hasil yang sesuai dengan gambar pada rencana.

 

Spesifikasi Bar Bender dan Bar Cutter

Dibawah ini beberapa spesifikasi bar cutter dan bar bender yang harus anda ketahui, antara lain :

  1. Bar bender mesin hirano takeda SB 42
  • Weight 720 kgs
  • Dimension 920×1070 x990 mm
  • Motor 2 kw
  • Maximum bending full 32 mm
  1. Bar Cutting mesin hirano takeda BC 42A
  • Weight 720 kgs
  • Dimension 1140x500x830 mm
  • Motor 2.2 kw
  • Maximum cutting full 32 mm

Demikianlah artikel seputar bar bender dan bar cutter, apabila anda membutuhkan informasi lebih detail, dapat menyimaknya di tautan http://saranamutu.co.id.